The Power of Kepepet ! Kisah Inspiratif Jatuh Bangun Seorang Pedagang Buah yang Kini Miliki Banyak Pelanggan
Sri
Misrikah adalah seorang pedagang buah di Kabupaten Tulungagung. Banyak orang
memanggil dengan sebutan Bu Sri buah. Beliau berjualan aneka buah sejak tahun
2002 dan bertahan hingga sekarang. Bu Sri memiliki 2 orang anak yang bernama
Rizky dan Nuri. Rizky sudah menikah dan sudah memiliki seorang anak, jika Nuri
saat ini duduk di bangku SMA. Suami Bu Sri bekerja sebagai tukang. Sebelum
berdagang buah beliau juga pernah merantau ke Surabaya bekerja menjadi asisten
rumah tangga. Beliau merantau pada tahun 1998-2000 dan pada tahun 2000-2001
mencoba berjualan makanan matang dengan keliling di pasar. Namun, saat
berjualan makanan matang tidak bertahan lama. Peminat makanan matang di Pasar
Ngemplak masih kurang. Pada tahun 2002 beliau memutuskan untuk mencoba
berjualan buah di pasar. Awal mula saat beliau menjajakan dagangan makanan
matang di pasar, Bu Sri melihat peluang usaha yang banyak dicari dan diminati
oleh para pengunjung. Beliau banyak sekali merasakan asam garam kehidupan.
Mulai dari dulu beliau selalu berjuang untuk mencukupi kebutuhan keluarganya untuk
membantu sang suami mencari nafkah dan saat awal mulai berjualan buah di pasar yang
juga banyak mengalami kerugian.
"Saya percaya jika
semua rejeki itu udah ada yang ngatur jadi ga perlu khawatir. Dulu saya
berjualan buah berawal dari kepepet untuk mencukupi kebutuhan hidup" ucap
Bu Sri selaku penjual buah di Pasar Ngemplak, Tulungagung.
The
power of kepepet ini justru yang membuat
berkah dalam hidupnya. Berawal dari kepepet saat memulai usaha dengan modal
nekat dan percaya jika semua usaha pasti akan diberikan balasan oleh Allah SWT.
Meskipun waktu awal-awal beliau merintis usaha ini tidaklah mudah. Banyak
sekali perjuangan mulai dari dicela pedagang lainnya, difitnah, barang dagangan
yang tidak laku sama sekali dalam sehari, dan terdapat penguasa pasar yang
sangat dominan. Dagangan beliau pernah tidak laku sama sekali dalam satu hari,
beliau sudah menawarkan ke pengunjung pasar. Namun mereka masih belum tertarik
untuk membeli barang dagangannya.
Kini
banyak pelanggan berasal dari kalangan ibu rumah tangga, penjual salad buah,
dan jus buah segar. Bu Sri selalu memberikan harga khusus untuk para pelanggan
yang membeli dalam jumlah banyak. Harga buah yang naik turun membuat pedagang
buah seperti Bu Sri harus siap untuk menghadapi hal ini. Harga buah yang
ditawarkan oleh Bu Sri ini cenderung tidak mahal dan juga bisa ditawar. Hal inilah yang membuat kios buah Bu Sri
memiliki banyak pelanggan.
"Dulu awal-awal saya
buka usaha toko buah ini tidak langsung menyediakan banyak jenis buah, saya hanya
menjual 3 macam buah saja, salak, apel,
dan pepaya. Memilih 3 macam buah itu karena harga nya murah dan cukup dengan
modal saya yang pas-pasan saat itu. Hal tersebut, dikarenakan masih minim modal
yang saya miliki untuk memulai usaha. Mungkin itu salah satunya yang membuat
pembeli kurang memperhatikan dagangan saya dikarenakan kurang menarik dan tidak
lengkap buah yang saya jual" ucap Bu Sri, selaku pedagang buah di Pasar
Ngemplak, Tulungagung.
Namun,
seiiring berjalannya waktu Bu Sri mengumpulkan tambahan modal untuk melengkapi
barang dagangan di kios buah miliknya. Beliau dan keluarga rela makan seadanya
dengan sangat sederhana supaya modal segera terkumpul. Dengan modal yang
terkumpul ini Bu Sri mulai menambah macam buah yang dijual. Dulu hanya menjual
3 macam buah, sekarang Bu Sri sudah memiliki banyak dagangan untuk dijual.
Seperti buah pear, buah naga, mangga, jeruk, dan sawo. Dengan banyaknya macam
buah yang dijual membuat pembeli tertarik untuk berkunjung untuk membeli buah
di kios milik Bu Sri.
![]() |
Gambar
diambil pada Hari Minggu, 19 November 2023 pukul 07.00 WIB – dokumen pribadi
"Berdagang itu susah
susah gampang kalau menurut saya. Kalau lagi seret ya susah dapat uangnya
sampai saya pernah membuah buah yang busuk dikarenakan kurang laku, tapi kalau
udah gampang ya lancar terus. Bahkan pas lagi ramai ya sampai kurang-kurang
stok buah yang saya miliki" ucap Bu Sri, selaku pedagang buah di Pasar
Ngemplak, Tulungagung.
![]() |
Gambar diambil pada Hari Minggu, 19 November 2023 pukul 07.00 WIB – dokumen pribadi
Dengan
keadaan pasar yang tidak menentu setiap harinya. Membuat Bu Sri enggan memiliki
stok buah yang banyak. Beliau lebih suka memiliki stok tidak terlalu banyak dan
tetap menjual barang baru. Daripada barang nya banyak tapi kurang bagus. Hal
ini dilakukan agar pembeli tidak kecewa dan merasa puas saat membeli buah di Bu
Sri.


Komentar
Posting Komentar