Senggol-Senggolan di Pasar Senggol Tulungagung : Berburu Kuliner Tradisional Murah Meriah Anti Kantong Kering
![]() |
| Gambar diambil pada Hari Minggu, 12 November 2023 pukul 07.00 WIB |
Setiap
hari Minggu banyak orang yang berburu kuliner di pagi hari bersama
keluarga, pasangan, atau teman. Salah satu tempat legendaris masyarakat
Tulungagung untuk berburu sarapan pada Minggu pagi yaitu Pasar Senggol
yang terletak di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung. Disana cocok digunakan sebagai
tempat untuk berburu kuliner tradisional dan nostalgia pada zaman dahulu. Setiap
hari Minggu pagi banyak masyarakat yang datang di Pasar Senggol. Mereka
berkunjung untuk berburu berbagai jenis kuliner. Terdapat keunikan tersendiri
dari Pasar Senggol ini, yaitu banyak masyarakat yang rela bersenggolan dengan orang
yang tidak dikenal untuk mendapatkan kuliner yang diinginkannya. Senggol-senggolan
atau berdesak-desakan ini sudah dilakukan sejak dulu dan memang sampai
saat ini masih tetap sama. Senggol-senggolan antar
pengunjung disebabkan oleh lokasi yang kurang luas serta tidak dapat menampung
banyaknya orang yang berkunjung dan jarak antar pedagang satu sama lain
sangat berdekatan. Sehingga, jika para pembeli berdatangan dapat menimbulkan
bersenggolan satu sama lain. Sebutan Pasar Senggol ini juga berasal dari
senggol-senggolan antar pengunjung. Pasar Senggol, Bangoan, Tulungagung ini
buka setiap hari Minggu di pagi hari pukul 05.00-12.00 WIB.
![]() |
| Gambar diambil pada Hari Minggu, 12 November 2023 pukul 07.00 WIB |
|
Seiring
berjalannya waktu, Pasar Senggol ini menjadi berkembang dan diperluas areanya.
Namun, tetap membuat pengunjung bersenggolan satu sama lain. Ciri khas ini
tidak hilang sejak zaman dahulu sampai sekarang. “Pasar ini dinamakan Pasar Senggol
dikarenakan para pengunjung yang saling besenggolan satu sama lain dan ini
menjadi ciri khas tersendiri. Pasar ini terus mengalami peningkatan, mulai dari
pembangunan untuk perluasan lahan agar pedagang dan pengunjung lebih nyaman. Selain
itu, Pasar Senggol termasuk aset desa yang dikelola oleh BUMDes” ucap Bapak
Heri selaku pengelola Pasar Senggol. Jenis makanan yang dijual di Pasar Senggol sangat bermacam-macam, mulai dari makanan ringan sampai berat dan berbagai jenis minuman. Bahkan tidak hanya kuliner saja, di Pasar Senggol juga terdapat penjual bumbu masak, buah-buahan, sayur-mayur, dll. Bisa dibilang Pasar Senggol ini murah dan lengkap. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, yaitu mulai Rp.5.000. Terdapat sompil, nasi pecel, punten pecel, soto ayam, ampok sayur yang dijual dengan harga Rp. 5.000. Dengan harga Rp. 5.000 sudah mendapatkan seporsi sarapan di pagi hari. Selain itu juga terdapat makanan tradisional seperti cenil, lopis, ketan bubuk, ketan hitam, ireng-ireng, gethuk, dll. Jika makanan tradisional tersebut dijual dengan harga Rp. 3.000. Makanan yang jarang kita temukan di tempat lain sekarang dapat ditemukan di Pasar Senggol yang menjual makanan tradisional tersebut. Banyaknya penjual yang ada membuat pengunjung gelap mata ingin membeli semuanya. Gambar diambil pada Hari Minggu, 12 November 2023 pukul 07.00 WIBMeskipun
banyak menu yang dijual dengan harga murah, para pedagang tetap memperhatikan
kualitas dan rasa. Banyaknya kuliner yang ada di dalam Pasar Senggol ini tidak
membuat kantong kering. Harga yang murah dan rasa yang nikmat membuat
masyarakat Tulungagung tidak bosan jika setiap hari Minggu berburu kuliner di
Pasar Senggol. Pasar ini termasuk legendaris yang ada sejak tahun 1992 hingga
sekarang. Keunikan dan kuliner yang
bermacam-macam menjadikan pasar ini tetap eksis hingga saat ini. Harapannya
dengan adanya Pasar Senggol ini keberadaan kuliner tradisional tetap terjaga
dan dilestarikan keberadannya serta tetap mempertahankan ciri khas yang ada. |



Komentar
Posting Komentar